Kalau ga turun ke lapangan buat pelaksanaan survey, kayaknya aku ga bakal tau kalau ternyata beberapa kabupaten di provinsiku memiliki banyak sekali perkebunan karet hingga ratusan hektar, kayak di gambar samping ini nih. Baik itu kebun karet milik pribadi atau milik perusahaan. Karet-karet ini lah yang membuat pemiliknya kaya. gimana nggak, per kilo karetnya ajah lumayan mahal, panen karetnya juga ga lama cuma sebentar, belum lagi pohon2 karet juga tahan lama jd ga perlu sering2 peremajaan, ditambah harga karet dunia saat ini juga semakin naik. Siapa yang ga betah jadi pengusaha karet? sampe2 pemilik2 kebun karet ini rela tinggal di hutan karet buat ngejagain karet-karet yang mahal ini. Kalau lagi panen, siap2 ajah tutup hidung coz bau karet yang masih basah bener2 menyengat.
walau tinggal di dalam hutan karet, pemilik karet tetap ga mau ketinggalan info and sinetron TV
, buktinya di samping rumah panggungnya si pemilik nge-setting parabola..wah..wah..wah..wah..di tengah hutan ada parabola..:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar